Selasa, 24 Januari 2012

ANALISIS DATA : PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF



A.  Pendahuluan
            Penelitian merupakan kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip – prinsip umum (Pusat Bahasa,2008:1428). Al Qur`an sebenarnya telah lebih dahulu memberikan sinyal tentang harusnya melakukan analisis penelitian sebagai wujud aplikasi dari Surat Al `Alaq/96 ayat 1 dan Surat Ali `Imron/3 ayat 190 - 191 sebagaimana lafal berikut ini:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ﴿١﴾
Artinya: Bacalah (Hai Muhammad)! Dengan menyebut Asma Tuhanmu yang telah menciptakan. (Al `Alaq/96:1).

Pada awalnya ayat ini diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW agar beliau dapat menganalisis keadaan yang dimulai dari analisis proses kejadian manusia hingga ke yang lebih umum lagi yaitu menganalisis keadaan lingkungan sekitar. Ayat ini dapat dijadikan sinyal untuk umat Nabi Muhammad agar dapat menganalisis apa yang bias diteliti. Diterangkan pula dalam ayat berikut :
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لِّأُوْلِي الألْبَابِ ﴿١٩٠﴾ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَىَ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ﴿١٩١﴾
Artinya: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.( Ali `Imron / 3 : 190 – 191).

Ali `Imron ayat 190 – 191 pada mulanya agar Nabi Muhammad SAW dan umatnya bersedia dan tertarik melakukan proses analisis kejadian langit dan bumi sebagai wujud mentadaburi ciptaan Allah SWT hingga digambarkan “sambil berdiri atau duduk atau dalam berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi”, hal ini adalah sinyalemen bagaimana keadaan seorang peneliti dalam menganalisis.

              Analisis data merupakan bagian dari suatu penelitian. Tanpa hal itu penelitian akan tidak akan dianggap sempurna bahkan dapat menyebabkan tertolaknya hasil penelitian. Oleh karena itu analisis data sangat penting untuk menguji kevalidan suatu hasil penelitian dengan variabel – variabelnya.

               Jenis – jenis penelitian ada dua yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Kedua penelitian ini memiliki perbedaan dalam menganalisis data. Apakah perbedaannya ? Bagaimana cara dan model analisis data dari masing – masing penelitian ?
  
B.   Pengertian Analisis Data, Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif
1.     Pengertian Analisis Data
Analisis data dibentuk dari kata analisis dan data. Analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dsb) untuk mengetahui keadaan yang sebenar – benarnya dalam sebab – musabab atau duduk perkaranya (Pusat Bahasa,2008:58). Data ialah keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian analisis atau kesimpulan (Pusat Bahasa,2008:297). Analisis data yaitu suatu kegiatan penyelidikan terhadap suatu peristiwa dengan berdasar pada data nyata agar dapat mengetahui keadaan yang sebenar – benarnya dalam rangka memecahkan permasalahan sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan yang valid dan ilmiah.
        
2.     Pengertian Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif merupakan proses kegiatan mengungkapkan secara logis, sistematis dan empiris terhadap fenomena – fenomena social yang terjadi di sekitar kita untuk direkonstruksi guna mengungkapkan kebenaran, bermanfaat bagi kehidupan masyarakat dan ilmu pengetahuan. Kebenaran dimaksud adalah keteraturan yang menciptakan keamanan, ketertiban, keseimbangan dan kesejahteraan masyarakat (Iskandar, 2009:1). Banyak orang menganggap penelitian yang berdasar metode kualitatif lebih dapat memberi kejelasan yang mendalam (deeper clearity) karena didikung dengan pertanyaan – pertanyaan (5W 1H) seperti: apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana? Ke dalam segala bidang yang ingin diteliti.
3.     Pengertian Penelitian Kuantitatif
    Penelitian dengan metode kuantitatif yaitu suatu kegiatan mengungkapkan fakta dari suatu masalah bidang penelitian tertentu berdasarkan ukuran jumlah atau banyaknya suatu data yang didukung dengan angka – angka tertentu dengan alat statistik dalam mengolah data. Statistik terbagi menjadi dua macam yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial atau analitik.
C.  Pembahasan
1.      Analisis Data Penelitian Kualitatif
Data yang diperoleh dari berbagai sumber dalam penelitian kualitatif dapat menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam – macam (triangulasi) dan dilakukan secara terus – menerus sampai datanya jenuh ( dapat disimpulkan). Pengamatan yang terus – menerus menghasilkan variasi data yang tinggi. Oleh karena itu sering mengalami kesulitan dalam proses menganalisanya. Analisis data kualitatif adalah bersifat induktif, yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh selanjutnya dikembangkan pola hubungan tertentu atau menjadi hipotesis (Sugiyono,2010:335). Berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskan maka selanjutnya mencari data lagi secara terus – menerus agar dapat digeneralisasikan apakah hipotesis diterima atau ditolak berdasarkan data valid yang telah terkumpul. Ketika hipotesis diterima berdasarkan data yang terkumpul maka hipotesis dapat berkembang menjadi teori.

Proses analisis data dalam penelitian kualitatif pada teorinya dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan dan setelah selesai di lapangan. Analisis data kualitatif seringkali berlangsung selama proses pengumpulan data daripada setelah selesai pengumpulan data. Secara teori analisis data dapat di bagi menjadi beberapa tahap yaitu:
a)     Analisis data sebelum di lapangan
Analisis data sebelum di lapangan ialah melakukan analisa terhadap data hasil studi pendahuluan, atau data sekunder (data yang dipinjam dan bukan data yang diambil pertama oleh peneliti) yang akan digunakan untuk menentukan focus penelitian. Akan tetapi focus penelitian ini masih sementara dikarenakan akan dapat mengalami perkembangan setelah peneliti masuk dan selama penelitian. Berawalkan adanya keadaan lemah ekonomi orang tua dan semangat siswa belajar. Oleh sebab itu peneliti dalam membuat proposal penelitiannya terfokus pada ingin menemukan pengaruh keadaan lemah ekonomi orang tua terhadap semangat belajar siswa, data sekundernya adalah data perkembangan prestasi siswa dari guru.
b)    Analisis data selama di lapangan model Miles dan Huberman
Miles dan Huberman (1987) sebagaimana dikutip oleh Sugiyono (2010:337), mengemukakan bahwa aktivitas dalam menganalisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data yaitu data reduction (merangkum data, memilih hal – hal pokok, memfokuskan pada hal - hal yang penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu),  data display / penyajian data (menyajikan data dalam bentuk table, grafik dan sejenisnya), dan conclusion/drawing/verification (kesimpulan atas data keseluruhan yang telah terseleksi). Selanjutnya langkah – langkah menganalisis dapat ditunjukan pada gambar 1 berikut:







 

Periode Pengumpulan Data dan
Catatan Lapangan













 








Rounded Rectangle: Data Display : Menyajikan ke dalam pola






Rounded Rectangle: Conclision/verification:
Memilih yang penting, membuat kategori ( huruf besar, huruf kecil, angka, membuang yang tidak dipakai.



Gambar 1 Ilustrasi: Reduksi data , display data dan verifikasi
c)      Analisis data selama di lapangan model Spradley
Analisis model spradley yaitu berangkat dari yang luas kemudian menemukan focus kajian dan meluas lagi. Tahapan – tahapannya yaitu analisis domain (menetapkan domain – domain yang akan diteliti melalui fenomena – fenomena lapangan yang berkaitan dengan aktifitas, tempat dan subjek), analisis taksonomi (menggunakan teknik observasi terfokus, wawancara mendalam, dan studi dokumen yang berhubungan dengan domain – domain yang diteliti), analisis komponen (mencari perbedaan atau yang kontras data yang telah dicari) dan analisis tema (seperangkat prosedur untuk memahami secara holistik / sebagai satu satuan dalam sistem pemandangan yang sedang diteliti [Moleong (2007) dalam Iskandar,2009:147). Organisasi data dalam penelitian kualitatif sangat penting untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih baik dalam langkah – langkah penyimpanan dan pengorganisasian data sistematis sebagaimana berikut:
1)      Data mentah berupa catatan lapangan, kaset hasil rekaman.
2)      Data yang sebagian sudah diperoses berbentuk transkip wawancara, catatan refleksi peneliti.
3)      Data yang sudah diberi kode – kode dan kategori secara luas melalui skema.
4)      Memo dan draft untuk analisis data (refleksi konseptual peneliti mengenai arti konseptual peneliti).
5)      Catatan pencarian dan penemuan.
6)      Display data melalui skema atau jaringan informasi.
7)      Dokumentasi langkah – langkah kegiatan penelitian.
8)      Daftar indeks dan draft laporan.

2.     Analisis Data Penelitian Kuantitatif
               Data perolehan dari pengumpulan data dalam penelitian  pada hakikatnya adalah untuk menguji kebenaran suatu hipotesis atau setidaknya dapat menjawab pertanyaan penelitian. Akan tetapi yang perlu menjadi prinsip ialah data tersebut bukan data yang diada – adakan / non real. Sebagaimana diketahui bahwa dalam penelitian kuantitatif maka alat untuk mengolah datanya yaitu dengan menggunakan statistik yang terbagi menjadi statistik deskriptif dan statistik inferensial.

 Merujuk kepada Nana Sudjana dalam Hadeli (2006:90), statistik deskriptif digunakan dalam mengelola dan mendeskripsikan data dalam bentuk tampilan data yang lebih bermakna dan mudah dipahami oleh orang lain. Misalnya dalam bentuk tabel – tabel frekuensi, grafik, nilai rata – rata, simpangan baku dan lain – lain. Sedangkan statistik inferensial atau analitik digunakan untuk keperluan pengujian hipotesis dan untuk membuat generalisasi (inferences) data sampel terhadap populasinya.

Pengolahan datanya secara umum dapat ditempuh langkah dan prosedur sebagai berikut:
a)    Editing artinya membersihkan atau memeriksa kembali jawaban responden, apakah setiap pertanyaan dijawabnya; jika dijawab, apakah cara menjawabnya sesuai dengan yang diharapkan.
b)   Coding maksudnya membuat kode atau member tanda agar mudah memeriksa jawaban.
c)    Scoring ialah memberikan angka, khususnya kepada data yang dikuantifikasikan.
d)   Tabulating yaitu memasukan data ke dalam tabel melalui proses tally atau menghitung frekuensi.
e)    Mengolah atau menghitung data dengan statistik deskriptif seperti menghitung mode, median dan atau rata – rata sesuai dengan jenis data.
f)    Membuat interpretasi hasil pengolahan data tersebut dalam bentuk pernyataan verbal; sesuai dengan permasalahan yang diteliti.
g)   Analisis data lebih lanjut untuk uji hipotesis ( bila penelitian adalah penelitian yang menguji hipotesis).

D.  Kesimpulan
Analisis data sangat penting dalam penelitian karena dapat menguji kebenaran suatu hipotesis atau untuk menjawab pernyataan peneliti. Jenis penilitian ada dua yaitu penelitian kualitatif dan kuantitatif. Sehingga cara menganalisis datanya juga disesuaikan dengan jenis penelitiannya. Analisis data pada penelitian kualitatif sudah dimulai semenjak sebelum memasuki lapangan penelitian sampai pengumpulan data lapangan berakhir. Sedangkan analisis data penelitian kuantitatif hanya dapat dilakukan sesudah semua data terkumpul. Untuk mendukung proses analisis data dalam penelitian kuantitatif diperlukan penguasaan dalam ilmu statistika, walaupun sekarang sudah ada program aplikasi computer contohnya program SPSS versi 15 . 
E.   Daftar Pustaka
Sjachriyanto, Wawan.  2005. CD Qur`an Player 2.0. www.Sahryainforma.com
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa
                Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif 
                  dan R & D. Bandung: Alfabeta. 
Iskandar. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Gaung Persada Press.
Hadeli. 2006. Metode Penelitian Kependidikan. Jakarta: PT. Ciputat Press.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar